Senin, 14 Januari 2019

MODUL 10 : Instal OS Android for Virtual Box


Di blog ini membahas cara menginstal Andorid ke dalam virtual box (simulasi). Langsung saja.

Hal yang di butuhkan untuk menginstal Android antara lain:

•    Perangkat PC/Laptop yang memenuhi syarat.
•    Perangkat lunak mesin virtual (virtual box dan lain sebagainya)
•    File .ISO Android x86
      Yang pertama kali di lakukan adalah menginstal mesin virtualnya ke dalam PC/Laptop anda terlebih dahulu.

1.    Jika sudah buka Virtual boxnya, lalu buat mesin komputer virtualnya, dengan cara mengklik tombol NEW (BARU).



2.       Lalu isikan nama sistem operasinya, pilih saja untuk name : Android(bebas), Type : Linux, Version :ubuntu(64bit). Lalu tekan tombol next/lanjut jika sudah.


3.       Selanjutnya mengisikan ukuran memory virtual, jika anda mempunyai memory lebih isikan saja 1024 MB atau lebih sesuai kapasitas memory yang anda miliki, namun jika anda tidak mempunyai memori lebih atau terbatas isikan saja 256MB sesuai rekomendasi.

 
4.       Lalu selanjutnya anda di minta untuk membuat virtual hardisk, pilih saja “create a virtual hard drive now”, lalu Buat.

5.       Langkah berikutnya memilih type drive image yang digunakan, pilih saja “VDI (Virtual Disk Image).

6.       Pada menu “Storage on physical hard drive”, pilih saja “Dynamically allocated” lalu next.

7.       Langkah selanjutnya adalah mengisikan jumlah kapasitas hard drive yang akan digunakan, isikan saja cukup sebesar 10GB saja atau lebih besar lebih baik, dan anda bisa menetukan dimana file disimpan , dengan cara mengkik tombol folder seperti gambar di bawah.

Maka dengan begitu mesin virtual yang anda buat telah jadi, anda hanya tinggal mengkonfigurasinya agar sistem operasi yang nanti anda instal dapat berjalan.
Caranya dengan cara mengklik mesin virtualnya, lalu tekan tombol settings. Lebih jelas lihat ke gambar.
Lalu lakukan konfigurasi sebagai berikut:
8.       Masuk ke pengaturan , penyimpanan lalu klik tambah drive optik



9.       Maka masukan file OS android yg akan di instal,lalu open dan OK.

10.   Pada saat memulai maka anda akan mendapatkan beberapa menu pilihan, pilih saja “installation – install Android x86 to harddisk” untuk langsung memasangnya, atau “Run Android – x86 without installation” jika anda ingin mencobanya terlebih dahulu tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu, lalu tekan enter.

11.   Setelah itu kita memerlukan partisi untuk sistem Android, pilih Create/Modify partitions. Enter.

12.   Setelah itu akan masuk ke menu Partition Android. Pilih New tekan Enter untuk membuat partisi baru di free space yang tersedia. (gunakan tombol kanan kiri pada keyboard untuk memilih)

13.   Pilih Primary dan tekan Enter, tekan enter lagi untuk menggunakan semua alokasi partisi yang tersedia.

14.   Setelah selesai membuat partisi, jangan lupa pilih Bootable agar partisi dalam mode bootable, kemudian pilih Write dan tekan Enter. Jika muncul konfirmasi pilihan Yes dan No, ketikkan Yes kemudian Enter.

15.   Setelah proses Write selesai, pilih Quit dan akan muncul partisi baru yang telah dibuat. Pilih partisi tersebut dan tekan Enter untuk memulai menginstal Android.
Sda1 Linux Partition, Pilih ext4 file system, dan pilih Yes untuk Format Partition.

16.   Jika muncul pilihan install GRUB bootloader pilih Yes, dan tekan Yes lagi untuk install direktori  atau system menjadi read-write.

17.   Setelah proses instalasi selesai, remove ISO file, jika muncul warning klik Force Unmount. Reboot.

18.   Android akan boot-up seperti layaknya sistem operasi lainnya di VirtualBox. Sama seperti Android smartphone dan tablet sungguhan, kita harus melalui proses Setup dengan mengisikan akun Google kamu.


19.   Pada menu Wi-Fi, kita bisa melakukan Skip, karena Android otomatis akan menggunakan koneksi internet standar yang sedang kamu gunakan.
20. setelah masuk ke ANDROID langkah selanjutnya yaitu untuk menginstal beberapa aplikasi yaitu sebagai berikut:
      Setelah Setup selesai, kita akan masuk ke desktop Android lengkap dengan Google apps seperti Gmail, Play Store untuk menginstal aplikasi lainnya.

21. Berikut adalah alplikasi yang sudah di instal dari play store,yaitu : Facebook,JOOX,Mobile Legend clash Royal dan subway surf.


Note: Cara ini bukanlah cara yang tercepat untuk menjalankan Android apps pada PC. Kamu dapat menggunakan emulator seperti BlueStacks jika ingin mencoba game maupun beberapa aplikasi Android lainnya. Namun Android x86 memiliki kelebihan berupa akses ke sistem Android yang lebih lengkap pada sebuah virtual machine. Cara ini cukup bagus untuk mengenal sistem Android ‘standar’ lebih dalam atau hanya sekedar bereksperimen dengan sistem Android.


Minggu, 06 Januari 2019

Modul 9 : Manajemen Proses


Manajemen Proses


Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Proses juga disebut Job. Ada istilah Proses Id (PID) yang dimulai dari 0, yaitu proses INIT.
Ada 3 tipe proses:
  1. Foreground/interaktif Proses: proses yang diciptakan langsung oleh pemakai pada terminal (interaktif, dialog).
  2. Batch Proses: proses yang dikumpulkan dan dijalankan satu persatu. Proses batch ini tidak berinteraksi dengan terminal.
  3. Daemon Proses: proses yang menunggu permintaan dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaan. Jika tidak ada permintaan, maka program ini berada dalam kondisi idle dan tidak menggunakan waktu hitung CPU.
Sinyal
      Sebuah proses dapat mengirim dan menerima sinyal dari dan ke proses lainnya. Proses mengirim sinyal menggunakan instruksi: kill [-nomor sinyal] PID



No Sinyal
Nama
Penjelasan
1
SIGHUP
Hangup, sinyal dikirim bila proses terputus, misalnya melalui putusnya hubungan modem
2
SIGINT
Sinyal interrup, melalui CTRL+C
3
SIGQUIT
Sinyal quit, melalui ^\
9
SIGKILL
Sinyal kill, untuk menghentikan proses
15
SIGTERM
Sinyal terminasi software

langsung saja ke praktikum
pertama buka terminal pada linux dan masuk ke sudosu, kemudian buka aplikasi lain pada linux selain terminal, contohnya saya membuka firefox, lalu pada terminal ketikan perintah top, perintah ini berfungsi untuk mengecek di urutan mana aplikasi yang kita buka sedang berjalan.





PID = Id Proses
USER = pengguna yang merupakan pemilik proses atau nama admin dari perangkat tersebut
PR = prioritas proses
NI = proses yang bagus untuk berjalan atau proses yang dijadikan prioritas
VIRT = memory virtual yang digunakan proses
RES = memory fisik yang digunakan proses
SHR = proses yang di sharing
S = menunjukkan suatu proses => S: sleep, R: running, Z: zombie, D: delay
%CPU = persentase penggunaan CPU oleh suatu proses
%MEM = persentase penggunaan RAM oleh suatu proses
TIME+ = total waktu untuk seluruh aktivitas proses
COMMAND = nama proses

*untuk menghentikan sebuah proses





selanjutnya buka terminal baru lalu ketik yes &
ketikan kembali top pada terminal awal



*Mengubah Nomor NI atau Prioritas





selanjutnya buka kembali firefox dan tetap jalankan perintah yes
lalu ketikan renice untuk mengubah nomor NI pada firefox  dan yes




Hasil renice








*Kesimpulan
Semakin Kecil nilai NI atau proioritas maka penggunaan CPU (%CPU) semakin besar.

Modul 8 : Shell Scripting Loops


Shell Scripting Tutorial
Loops
Loops

     Kebanyakan bahasa memiliki konsep loop: Jika kita ingin mengulang tugas dua puluh kali, kita tidak ingin harus mengetikkan kode dua puluh kali, dengan mungkin sedikit perubahan setiap kali.
Akibatnya, kami memiliki untuk dan sementara loop di shell Bourne. Ini adalah fitur yang sedikit lebih sedikit daripada bahasa lain, tetapi tidak ada yang mengklaim bahwa pemrograman shell memiliki kekuatan C.
For Loops
untuk loop, ulangi melalui serangkaian nilai sampai daftar habis:
#!/bin/sh
for i in 1 2 3 4 5
do
  echo "Looping ... number $i"
done


Coba kode ini dan lihat apa fungsinya. Perhatikan bahwa nilainya bisa apa saja:

#!/bin/sh
for i in hello 1 * 2 goodbye
do
  echo "Looping ... i is set to $i"
done

Ini layak untuk dicoba. Pastikan Anda memahami apa yang terjadi di sini. Cobalah tanpa * dan pegang idenya, kemudian baca kembali bagian Wildcard dan coba lagi dengan * di tempat. Coba juga di direktori yang berbeda, dan dengan * dikelilingi oleh tanda kutip ganda, dan coba didahului dengan garis miring terbalik (*)

Jika Anda tidak memiliki akses ke shell saat ini (sangat berguna untuk memiliki shell saat membaca tutorial ini), hasil dari dua skrip di atas adalah:

Looping .... number 1
Looping .... number 2
Looping .... number 3
Looping .... number 4
Looping .... number 5

dan, untuk contoh kedua:

Looping ... i is set to hello
Looping ... i is set to 1
Looping ... i is set to (name of first file in current directory)
    ... etc ...
Looping ... i is set to (name of last file in current directory)
Looping ... i is set to 2
Looping ... i is set to goodbye

Jadi, seperti yang Anda lihat, untuk hanya loop melalui input apa pun yang diberikan, sampai kehabisan input.

While Loops

sementara loop bisa jauh lebih menyenangkan! (tergantung pada ide Anda tentang kesenangan, dan seberapa sering Anda keluar dari rumah ...)

#!/bin/sh
INPUT_STRING=hello
while [ "$INPUT_STRING" != "bye" ]
do
  echo "Please type something in (bye to quit)"
  read INPUT_STRING
  echo "You typed: $INPUT_STRING"
done

Apa yang terjadi di sini, adalah bahwa pernyataan gema dan baca akan berjalan tanpa batas hingga Anda mengetik "bye" ketika diminta.
Tinjau Variabel - Bagian I untuk melihat mengapa kami menetapkan INPUT_STRING = halo sebelum mengujinya. Ini membuatnya menjadi loop berulang, bukan loop tradisional.


Tanda titik dua (:) selalu bernilai true; sementara menggunakan ini kadang-kadang diperlukan, seringkali lebih baik menggunakan kondisi keluar yang sebenarnya. Bandingkan dengan berhenti dari loop di atas dengan yang di bawah ini; lihat mana yang lebih elegan. Juga pikirkan beberapa situasi di mana masing-masing akan lebih berguna daripada yang lain:

#!/bin/sh
while :
do
  echo "Please type something in (^C to quit)"
  read INPUT_STRING
  echo "You typed: $INPUT_STRING"
done

Trik lain yang bermanfaat adalah while read f loop. Contoh ini menggunakan pernyataan kasus, yang akan kita bahas nanti. Bunyinya dari file myfile, dan untuk setiap baris, memberi tahu Anda bahasa apa yang menurutnya digunakan. Setiap baris harus diakhiri dengan LF (baris baru) - jika cat myfile tidak berakhir dengan baris kosong, baris terakhir tidak akan diproses.

#!/bin/sh
while read f
do
  case $f in
        hello)         echo English   ;;
        howdy)         echo American  ;;
        gday)          echo Australian ;;
        bonjour)       echo French    ;;
        "guten tag")   echo German    ;;
        *)             echo Unknown Language: $f
               ;;
   esac
done < myfile

Pada banyak sistem Unix, ini juga dapat dilakukan sebagai:

#!/bin/sh
while f=`line`
do
  .. process f ..
done < myfile

Tetapi karena sementara read f bekerja dengan * nix, dan tidak bergantung pada baris program eksternal, yang pertama lebih disukai. Lihat Program Eksternal untuk melihat mengapa metode ini menggunakan backtick (`).
Seandainya saya merujuk $ i (bukan $ f) dalam kasus default ("Bahasa Tidak Diketahui") di atas, tidak akan ada peringatan atau kesalahan, meskipun $ i belum dinyatakan atau didefinisikan. Sebagai contoh:

$ i=THIS_IS_A_BUG
$ export i
$ ./while3.sh something
Unknown Language: THIS_IS_A_BUG
$

jadi pastikan Anda menghindari kesalahan ketik. Ini juga alasan bagus lainnya untuk menggunakan $ {x} dan bukan hanya $ x - jika x = "A" dan Anda ingin mengatakan "A1", Anda perlu echo $ {x} 1, karena echo $ x1 akan mencoba menggunakan variabel x1, yang mungkin tidak ada, atau dapat diatur ke "B2," atau apa pun yang tidak terduga.
Baru-baru ini saya menemukan utas lama di Usenet yang telah saya ikuti, tempat saya sebenarnya belajar lebih banyak ...
Tip Bash (tapi bukan Bourne Shell) yang berguna yang saya pelajari baru-baru ini dari proyek Linux From Scratch adalah:
mkdir rc{0,1,2,3,4,5,6,S}.d

bukannya lebih rumit:

for runlevel in 0 1 2 3 4 5 6 S
do
  mkdir rc${runlevel}.d
done

Dan ini bisa dilakukan secara rekursif juga:
$ cd /
$ ls -ld {,usr,usr/local}/{bin,sbin,lib}
drwxr-xr-x    2 root     root         4096 Oct 26 01:00 /bin
drwxr-xr-x    6 root     root         4096 Jan 16 17:09 /lib
drwxr-xr-x    2 root     root         4096 Oct 27 00:02 /sbin
drwxr-xr-x    2 root     root        40960 Jan 16 19:35 usr/bin
drwxr-xr-x   83 root     root        49152 Jan 16 17:23 usr/lib
drwxr-xr-x    2 root     root         4096 Jan 16 22:22 usr/local/bin
drwxr-xr-x    3 root     root         4096 Jan 16 19:17 usr/local/lib
drwxr-xr-x    2 root     root         4096 Dec 28 00:44 usr/local/sbin
drwxr-xr-x    2 root     root         8192 Dec 27 02:10 usr/sbin


MODUL 10 : Instal OS Android for Virtual Box

Di blog ini membahas cara menginstal Andorid ke dalam virtual box (simulasi). Langsung saja. Hal yang di butuhkan untuk menginst...