Selasa, 04 Desember 2018

MODUL 4 : OPERASI INPUT OUTPUT


 OPERASI INPUT OUTPUT


A. T U J U A N

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1.      Mengenal konsep proses I/O dan redirection.
2.      Memahami standar input, output dan error.
3.      Menggunakan notasi output, append dan here document
4.      Mengenal konsep Pipeline dan Filter

B. DASAR TEORI Proses I/O

Sebuah proses memerlukan Input dan Output.



Instruksi (command) yang diberikan pada Linux melalui Shell disebut sebagai eksekusi program yang selanjutnya disebut proses (process).Setiap kali instruksi diberikan, maka Linux kernel akan menciptakan sebuah proses dengan memberikan nomor PID (Process Identity). Proses dalam Linux selalu membutuhkan Input dan menghasilkan suatu Output.

File Descriptor

Linux berkomunikasi dengan file melalui file descriptor yang direpresentasikan melalui angka yang dimulai dari 0, 1, 2 dan seterusnya.

   0 Tiga buah file descriptor standar yang lalu diciptakan oleh proses adalah := keyboard (standar input).
   1 = layar (standar output)
   2 = layar (standar error)
 

Linux tidak membedakan antara peralatan hardware dan file, Linux memanipulasi peralatan hardware sama dengan file.


Pembelokan (Redirection)

Pembelokan dilakukan untuk standard input, output dan error, yaitu untuk mengalihkan file descriptor dari 0, 1 dan 2. Simbol untuk pembelokan adalah :
0
<
atau 
<
pengganti standard input
1
>
atau 
>
pengganti standard output 

Saluran (Pipeline)

Mekanisme saluran digunakan sebagai alat komunikasi antar proses.

Input Process1 Output = Input Process2 Output

Process1 menghasilkan Output yang selanjutnya digunakan sebagai Input oleh Process2. Hubungan output input ini dinamakan saluran, yang menghubngkan Process1 dengan Process2 dan dinyatakan dengan simbol pipe (|).

                              Process1           |          Process2

Filter

Filter adalah utilitas Linux yang dapat memproses standard input (dari keyboard) dan menampilkan hasilnya pada standard output (layar). Contoh filter adalah cat, sort, grep, pr, head, tail, paste dan lainnya.

Pada sebuah rangkaian pipa :
P1 | P2 | P3 . . . | Pn-1 | Pn,
maka P2 sampai dengan Pn-1 mutlak harus merupakan utilitas Linux yang berfungsi sebagai filter. P1 (awal) dan Pn (terakhir) boleh tidak filter. Utilitas yang bukan filter misalnya who, ls, ps, lp, lpr, mail dan lainnya.
Beberapa perintah Linux yang digunakan untuk proses penyaringan antara lain:
       Perintah grep
Digunakan untuk menyaring masukannya dan menampilkan baris-baris yang hanya mengandung pola yang ditentukan. Pola ini disebut regular expression.
       Perintah wc
Digunakan untuk menghitung jumlah baris, kata dan karakter dari baris-baris masukan yang diberikan kepadanya. Untuk mengetahui berapa baris gunakan opsi –l, untuk mengetahui berapa kata, gunakan opsi –w dan untuk mengetahui berapa karakter, gunakan opsi –c. Jika salah satu opsi tidak digunakan, maka tampilannya adalah jumlah baris, jumlah kata dan jumlah karakter.
       Perintah sort
Digunakan untuk mengurutkan masukannya berdasarkan urutan nomor ASCII dari karakter.
       Perintah cut
Digunakan untuk mengambil kolom tertentu dari baris-baris masukannya, yang ditentukan pada opsi –c.
       Perintah uniq
Digunakan untuk menghilangkan baris-baris berurutan yang mengalami duplikasi, biasanya digabungkan dalam pipeline dengan sort.

C. LATIHAN

Latihan 1. File descriptor
1.      Output ke layar (standar output), input dari system (kernel) # ps
2.      Output ke layar (standar output), input dari keyboard (standard input) # cat hallo, apa khabar hallo, apa khabar exit dengan ^d exit dengan ^d
[Ctrl+d]
3.      Input dari keyboard dan output ke alamat internet # mail aslab_01@uniku.ac.id contoh surat yang langsung dibuat pada standard input (keyboard) [Ctrl+d]
4.      Input nama direktori, output tidak ada (membuat direktori baru), bila terjadi error maka tampilan error pada layar (standard error)
# mkdir mydir
     # mkdir mydir         (Terdapat pesan error)

Latihan 2. Pembelokan (redirection)
1.      Pembelokan standar output
# cat 1> myfile.txt
Ini adalah teks yang saya simpan Ke file myfile.txt 
2.      Pembelokan standar input, yaitu input dibelokkan dari keyboard menjadi dari file
# cat 0 < myfile.txt 
# cat myfile.txt

3.      Pembelokan standar error untuk disimpan di file
          # mkdir mydir         (Terdapat pesan error) 
# mkdir mydir 2> myerror.txt 
# cat myfile.txt
 


Latihan 3. Saluran (pipeline)
$ Who 


$ who    | sort


$ who    | sort
–r

$ who > tmp


$ sort       tmp


$ rm tmp


$ ls –l /etc
| more

$ ls –l /etc
| sort
| more
 
Latihan 4. Filter
$ w –h | grep PM
$ grep st /etc/passwd
$ ls /etc | wc –l
$ cat > kelas1.txt
Toni 
ToKha
Ditoel
Uhcy Ade
[Ctrl-d]
$ cat > kelas2.txt
Budi Gama Asep Muchlis
[Ctrl-d]
$ cat kelas1.txt kelas2.txt | sort 
$ who | cut –c1-8
$ cat kelas1.txt kelas2.txt > kelas.txt 
$ cat kelas.txt | sort | uniq




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODUL 10 : Instal OS Android for Virtual Box

Di blog ini membahas cara menginstal Andorid ke dalam virtual box (simulasi). Langsung saja. Hal yang di butuhkan untuk menginst...